Banjarbaru, 10 Januari 2026 – PAUD Terpadu Doa Bangsa Banjarbaru turut berpartisipasi dalam kegiatan Sosialisasi Deteksi Awal Mengenal Kesulitan Belajar Disleksia yang diselenggarakan di Aula Kelurahan Kemuning, Kota Banjarbaru. Kegiatan ini menghadirkan pakar psikologi, Ibu Iga Serpianing Aroma, M.Psi, sebagai narasumber utama yang memberikan pemaparan komprehensif terkait pentingnya deteksi dini kesulitan belajar pada anak usia dini.

Sebanyak delapan orang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) PAUD Terpadu Doa Bangsa Banjarbaru hadir secara lengkap dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Partisipasi aktif terlihat dari keterlibatan para pendidik dalam sesi diskusi, tanya jawab, serta berbagi pengalaman terkait dinamika pembelajaran di kelas.

Dalam pemaparannya, Ibu Iga Serpianing Aroma menjelaskan bahwa disleksia merupakan salah satu bentuk kesulitan belajar spesifik yang memengaruhi kemampuan membaca, menulis, dan mengeja, namun tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan anak. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang tepat agar pendidik dapat mengenali tanda-tandanya sejak dini, seperti kesulitan mengenali huruf, membedakan bunyi, atau mengingat urutan kata.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan wawasan dan keterampilan dasar dalam melakukan identifikasi awal terhadap anak yang berpotensi mengalami disleksia. Dengan deteksi dini, diharapkan pendidik dapat memberikan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif, menciptakan lingkungan belajar yang suportif, serta memberikan motivasi yang tepat agar setiap anak tetap percaya diri dalam mengembangkan potensinya.

Partisipasi PAUD Terpadu Doa Bangsa Banjarbaru dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik serta memberikan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Melalui peningkatan kompetensi pendidik, diharapkan setiap anak mendapatkan perhatian yang optimal sesuai dengan kebutuhan belajarnya.

Ke depan, PAUD Terpadu Doa Bangsa Banjarbaru akan terus mendorong para pendidik untuk mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri guna memperkuat kapasitas dalam mendampingi tumbuh kembang anak secara holistik, sehingga tercipta generasi yang percaya diri, berkarakter, dan siap menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.